Jumat, 17 April 2009

Latar Belakang didirikannya Ahad Voice

Berawal dari sekelompok anak muda yang cinta dan hobby melantunkan “Nasyid”, dan sering mereka diminta untuk mengisi acara pada event – event kegiatan keagamaan,formal ata non formal dengan “nasyid- nasyid dadakannya”. Hingga puncaknya pada saat musim kampanye tahun 1999,mereka semakin sering diminta tampil pada acara- acara kampanye Partai Keadilan, masih dengan metode dadakannya.

Setelah musim kampanye usai,intensitas pertemuan mereka pun berkurang seiring dengan aktivitas keseharian mereka yang berbeda – beda.Namun setiap hari hari Ahad mereka selalu berusaha meluangkan waktunya untuk saling bersilaturahmi,agar iktan ukuwah tetap terjaga.dari kegiatan saling silaturahmi tersebut akhirnya muncul gagasan untuk membuat suatu wadah yang dapat mengumpulkan mereka dalam satu ikatan sehingga lebih mempererat ukuwah mereka juga bermanfaat untuk ummat Islam.kerana rata – rata mereka hobby dengan nasyid,akhirnya disepakatilah bentuk team Nasyid sebagai wadah sekaligus ajang untuk menyalurkan hobby dan bakat mereka.

Akhirnya Allah berkendak juauntuk menyatukan mereka dalam sebuah wadah yang sesuai dengan niat tulus mereka yaitu sebagai ajang silaturahmi untuk memepererat ukhuwah dan penyauran bakat serta hobby mereka. Pada hari Ahad tanggal 01 Oktober 2000, lahirlah sebuah team nasyid baru yang akan turut mengambil bagian dalam menyemarakan dunia da'wah melalui washilah seni Islam, semoga Allah meredhoi.

”AHAD VOICE” dipilih sebagai indentitas team nasyid baru ini,Generasi awal yang turut membidani Ahad Voice ialah David Misra,Tri Handoko Sobari, Ahmad Zaky,Aryanto serta Rosandi Ardi Nugraha SE,sebagai Manager. Setelah resmi terbentuk, dipilihlah hari Ahad sebagai jadwal latihan rutin mereka, dan “Accavella” ditetapkan sebagai warna nasyid ini dengan formasi :

1. Tri handoko ( Lead Vical )

2. Sobari (Vokal 2 /rithm )

3. Ahmad Zaky ( Bass )

4. David Misra ( Bariton/rithm )

5. Aryanto (Tenor )

Dengan pola latihan otodidak yaitu dengan mendengarkan lagu masyid dari kaset lalu menirukanya sesui dengan kapasitas dan kompisisi masing – masing ,Ahad Voice terus mencoba agar dapat lebih kreatif . Seiring dengan berjalannya waktu dan pengalam yang terus bertambah,dengan tetap latihan secara otodidak, pola latihan sedikit diubah yaitu hanya Lead vokal yang menghapalkan syair nasyidnya dan yang lain mengaransemen sendiri sesuai komposisi masing – masing. Dengan begitu dihapalkan dapat lebih memicu kreatifitas, tidak hanya bisa sebagai “plagiat sejati “.

0 komentar:

Posting Komentar